5 Malware Baru yang Mengancam Privasi User

Malware memang membuat kita frustasi, namun bisa diatasi, bagaimana caranya?

2015TS – Sepertinya, perang dengan malware dan virus belum akan berakhir. Malah sebaliknya, saat ini semakin banyak bermunculan virus baru yang sama-sama, atau bahkan jauh lebih berbahaya dari sebelumnya. Misalnya kali ini, muncul 5 jenis malware baru yang siap mengancam data, file, hingga privasi dan identitas diri kalian melalui serangan komputer.

Masih ingat dengan serangan WannaCry yang sempat membuat heboh? Malware tersebut membuat banyak pemerintah dan intitusi di seluruh dunia yang kalang kabut karena serangannya. Bagaimana tidak, WannaCry tak hanya mengacaukan data atau mencuri identitas serta file yang ada di komputer. Malware ini, mengunci komputer sepenuhnya sehingga pengguna sama sekali tak memiliki akses ke dalam komputer dan bakal kehilangan semua file yang ada di komputer bila tidak membayar sejumlah ganti rugi. Mengerikan sekali bukan?

Lebih mengerikan lagi karena malware ini menyerang data dan komputer dari instansi besar. Di Indonesia saja, yang diserang adalah sebuah server dari rumah sakit. Nah di bawah ini, terdapat malware terbaru dengan pola serangan dan bahaya yang sama.

1. WannaCry

Kamu memang sudah mendengar mengenai serangan dari WannaCry. Namun rasanya kamu memang belum pernah mendengar versi lain dari WannaCry yang saat ini rupanya sudah menyerang lebih banyak komputer dari pengguna di seluruh dunia. WannaCry menyerang komputer pengguna dan meminta tebusan mulai dari 1 hingga puluhan bitcoin. Meski sudah ada banyak teknik untuk menangkal serangan dari WannaCry, termasuk dengan menggunakan antivirus dan anti malware yang terpercaya, namun tetap saja banyak yang mengaku mengalami serangan dari WannaCry.

Hingga saat ini masih belum ada benar-benar cara untuk mengatasi serangan dari WannaCry ini. Satu-satunya yang bisa dilakukan pengguna, adalah dengan membuat backup secara rutin pada file-file mereka.

2. Fireball

Nama malware satu ini memang belum begitu familiar ke publik. Salah satunya karena “umurnya” yang masih baru. Namun walau masih baru, Fireball tercatat sudah menginfeski 250 juta komputer pengguna. Serangan dari malware ini memang tidak “sekasar” WannaCry, yang terang-terangan meminta tebusan untuk mengembalikan file atau sistem server pengguna. Fireball justru bekerja dengan cepat untuk merusak dan melumpuhkan sistem komputer. Bahkan sejak pertama kali masuk ke dalam server komputer hingga bisa melumpuhkannya, Fireball hanya membutuhkan hitungan jam saja.

Pola serangan yang cepat ini kadang membuat antivirus tak mampu menangkap pergerakan Fireball. Hingga akhirnya saat ini banyak komputer yang mengaku mengalami kerusakan sistem dari ulah nakal malware satu ini.

Karena tidak menyerang file, Fireball justru lebih berbahaya karena ia mencuri jaringan sebuah komputer judi poker online beserta semua data yang ada di dalamnya. Jadi ucapkan selamat tinggal pada akun-akun yang digunakan pada sebuah komputer yang sudah mendapatkan serangan dari Fireball ini. Kecuali, kamu memiliki recovery system dari akun-akun tersebut untuk menghindari serangan hacker melalui malware Fireball.

3. Malware Turla

Turla bekerja dengan sistem yang sama sekali tak terduga. Dan biasanya akan menyerang pengguna smartphone, terutama android dari pada menyerang pengguna komputer. Sasaran dari Turla bukanlah data personal, file penting, hingga sebuah server dan jaringan. Sebaliknya, Turla justru menyerang akun sosial media yang dimiliki oleh korban yang ia serang.

Nantinya, Turla pun tak langsung mengambil alih sosial media seseorang. Ia justru akan “bermain-main” dengan sosial media tersebut. Seperti meninggalkan komentar spam, hingga melakukan transaksi yang dijamin akan merugikan sang pemilik akun. Duh, jahat sekali ya.

4. DoomsDayWorm

Malware terakhir yang ditemukan dengan bahaya yang nyaris sama dengan WannaCry adalah DoomsDayWorm. Malware satu ini bekerja dengan cara yang sama : masuk ke dalam sebuah celah di sistem jaringan komputer milik perusahaan, bank, institusi, sekolah, hingga milik pemerintah dan personal. Setelah di dalam, DoomsDayWorm perlahan mulai membangun jaringan untuk mencuri data-data penting yang ada di server tersebut.

Hebatnya lagi sejak pertama kali ditemukan, DoomsDayWorm sudah diketahui mampu menembus tujuh kelemahan dari pertahanan NSA. Yang membuat banyak instansi yang mulai diperingatkan dengan serangan dari malware tersebut.

Ini Dia Software Bajakan yang Paling Banyak Dipakai di Indonesia

Software Bajakan memang marak di Indonesia dan seperti sudah biasa memakainya, bahkan ada pula yang bangga menggunakan barang palsu.

2015TS – Software bajakan menjadi sebuah masalah pelik yang terus berusaha diatasi oleh para developer serta publisher software. Dengan peran serta pemerintah undang-undang mengenai hak cipta pun sudah semakin digalakkan sehingga para pelaku penyebar dan pengguna software bajakan judi sbobet online satu per satu bisa ditangkapi. Namun tetap saja, hal tersebut seakan tak bisa sepenuhnya “membunuh” penyebaran software bajakan di seluruh dunia. Tidak dengan mudahnya akses informasi dan data seperti pada saat ini.

Lebih parahnya lagi, pengguna komputer Indonesia pun rupanya memegang peranan besar dalam penyebaran dan penggunaan software bajakan. Terbukti, masih banyaknya software bajakan yang diunduh hingga digunakan di Indonesia. Kali ini, di bawah ini terdapat 5 software bajakan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Dan pastinya, sudah seharusnya tak digunakan lagi. Di bawah ini ya.

1. Windows

Saat ini, sistem operasi yang paling banyak digunakan adalah Windows, Machintos iOs dari Apple, serta Linux. Linux mungkin menjadi sistem operasi yang paling jarang dan sedikit digunakan di Indonesia. Meski pada faktanya, Linux menjadi satu-satunya sistem operasi dengan software yang bisa didapatkan secara resmi dan gratis.

Berbeda dengan Windows. Microsoft mematok software sistem operasi Windows dengan harga yang cukup tinggi. Untuk software originalnya saja dipatok hingga lebih dari satu juta rupiah. Walau Microsoft pun bekerja sama dengan beberapa merk laptop untuk memberikan pre-installed sistem operasi Windows pada seri mereka.

Sayangnya, harga yang mahal ini menjadikan banyak sekali pengguna Windows yang menggunakan sistem operasi dengan software bajakan. Yang sangat disayangkan. Microsoft Windows versi bajakan ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu. Nyaris separuh dari harga software asli dari Microsoft.

2. Avast

Selain sistem operasi, software lain yang paling banyak dibajak di Indonesia adalah antivirus. Software antivirus dibanderol dengan harga yang cukup mahal pula. Dan untuk Avast sendiri, beberapa ratus ribu rupiah untuk bisa mendapatkan versi original berlisensi untuk software antivirus ini. Sayangnya, saat ini justru banyak pengguna yang memalsukan penggunaan Avast anti virus. Yang berakhir dengan banyak sekali kerugian, pastinya.

Avast sebenarnya bukan satu-satunya antivirus yang banyak dibajak di Indonesia. Ada banyak sekali jenis antivirus lain yang juga mengalami pembajakan. Meski di sisi lain, juga sudah ada banyak sekali jenis antivirus yang sudah disediakan gratis di Indonesia. Salah satunya, Smadav. Meski sayangnya tetap saja, banyak yang masih memilih untuk menggunakan software antivirus bajakan.

3. WinRar Bajakan

Ironis memang bagaimana nyaris tak pernah ada yang menggunakan software satu ini dalam versi yang asli. WinRar memang ikonik sebagai software bajakan yang paling banyak digunakan. Bukan hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Bahkan rasanya, bila ditanya tak akan ada yang tahu bahwa yang mereka gunakan sebenarnya merupakan versi crack atau bajakan dari software WinRar ini sendiri.

WinRar merupakan software penting, dan sangat berguna untuk para pengguna komputer. Fungsi utamanya, sebagai “pembuka” dari file terkompresi berjenis Zip dan Rar. Hanya saja itu tadi, dibalik banyaknya manfaat dan fungsi yang diberikan oleh software satu ini, masih jarang sekali yang menggunakan software WinRar dalam versi original.

Selain WinRar ada banyak sekali versi dan jenis lain dari software satu ini. Salah satunya adalah Winzip yang memang diberikan secara cuma-cuma kepada pengguna. Jadi, sudah siap meninggalkan software bajakan?

4. Adobe Photoshop

Satu lagi software ikonik sebagai software bajakan. Adobe Photoshop merupakan software yang paling sering dibajak dan paling banyak digunakan dalam versi crack. Padahal sejujurnya, menggunakan software ini dalam versi bajakan memberikan banyak kerugian karena saat ini, Adobe sebagai developer Photoshop sudah memiliki trik sendiri untuk memberikan beberapa fitur keunggulan hanya pada pengguna software original. Sedangkan untuk versi crack atau trial, hanya bisa menggunakan beberapa fitur saja.

Sebagai alternatif lain dari software photo editing dengan fitur dan manfaat yang lengkap, namun bisa didapatkan secara gratis, ada GIMP yang bisa digunakan di Windows maupun MacOs.